Tentang Penulis

“Aku sadar, mungkin hidupku tak akan berguna bagi orang lain. Tapi, setidaknya, dalam hidupku, aku telah berbuat sesuatu untuk membuat bapak dan emakku tersenyum, mana kala beliau melihatku atau mendengar tentang aku.”

Sepenggal kalimat itu, yang selalu menyemangati saya untuk terus berusaha berbuat sesuatu. Berusaha untuk menjadi lebih baik. Meski, terkadang aku juga merasa letih…

Penulis adalah lelaki yang tinggal di Kampung Sulang, 12 Km selatan Rembang. terlahir dari keluarga seorang petani, ia bisa merasakan bagaimana kerasnya perjuangan hidup yang dilakoni kedua orang tuanya dan banyak tetangga lain untuk melawan kesukaran dan kegetiran.

Melihat keringat yang bercucur saat terik menyengat, dingin yang membeku manakala hujan turun, penulis ingin mendapatkan sesuatu yang lebih ketimbang apa yang pernah didapatkan oleh orang tuanya, yang menyandang predikat Wong Cilik.

Enam tahun bergelut dengan buku di jenjang sekolah dasar, setelah setahun sebelumnya bermain di taman tanak-kanak, menjadikan pendidikan penulis setara dengan apa yang pernah dikecap kedua orang tuanya.

Berbekal semangat ingin lebih baik ketimbang leluhurnya, penulis melanjutkan pergumulannya dengan ilmu selama tiga tahun di jenjang menengah pertama.

Tak puas dengan itu, ia terus mencoba mengenali dunia dengan buku tentang pengetahuan yang lebih di tingkat menengah atas. Tiga tahun, ia lulus dengan sertifikat yang terbilang lumayan tak jelek, sebagai bekal percaturannya dengan dunia luar.

Maksud hati ingin mengenyam gurihnya bangku kuliahan, apa daya tangan tak sampai. Penulis harus puas dengan selembar ijazah yang ber kop atas “SMAN 02 Rembang”.

Penulis juga pernah mengecap pendidikan agama di madrasah diniyah hingga jenjang Tsanawiyah. Dari situ, penulis mencoba mengepakkan sayap menimba ilmu kesana-kemari untuk memuasi rasa hausnya akan dahaga pengetahuan dunia luar.

Sepuluh tahun penulis menjajal melahapi hidangan pengetahuan dari dunia luar seperti air yang mengalir. Baru kemudian, penulis berkesempatan terjerumus di dunia tulis menulis melalui media lokal yang hingga akhirnya bergabung dengan harian olahraga nasonal yang lumayan gedhe.

Dan selanjutnya, dunia tulis menulis menjadi sesuatu bagian dalam hidupnya yang terlanjur ia tekuni. Dari situ, penulis dapat mengenyam bangku kuliahan yang sempat pernah dibirahikannya waktu tamat SMA.

Dalam hatinya ia berbisik, “Semoga ini membawa berkah bagi saya, keluarga dan semuanya. Amin.”

Kampung Langit Biru, 20-01-2009

12 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s