Ujicoba Lancar, PUN Sluke Siap Dioperasikan

Pelabuhan Umum Nasional (PUN) Rembang yang berada di di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, siap dioperasikan menyusul suksesnya ujicoba pengoperasian yang dilakukan beberapa waktu lalu (Jumat, 30/3).

Ujicoba melibatkan satu unit kapal tongkang dengan kapasitas tiga ribu ton yang mengangkut hasil tambang berupa batu kapur milik PT Bangun Arta Kencana, salah satu investor pertambangan di Rembang untuk dikirim ke pelabuhan PLTU Tanjung Jati B di Jepara.

Dalam ujicoba tersebut, semua proses berjalan lancar sehingga tongkang mampu melaju bebas meninggalkan lokasi pelabuhan menuju lautan lepas.

Bupati Rembang H Moch Salim yang hadir dalam ujicoba tersebut mengatakan, ujicoba dilakukan guna mengetahui kesiapan PUN Sluke sebelum dioperasikan untuk umum.

“Dengan suksesnya uji coba perdana dapat dipastikan PUN siap untuk diresmikan dan dibuka untuk umum dalam waktu dekat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keuntungan dengan beroperasinya PUN akan dirasakan masyarakat luas utamanya warga sekitar.

“Sedangkan dampak yang lebih besar adalah masuknya investor-investor ke Kabupaten Rembang karena Rembang memiliki pelabuhan standar nasional sebagai pintu masuk,” tambahnya.

Disebutkannya, PT Bangun Arta Kencana sendiri sudah meneken kontrak selama sepuluh tahun perihal pengiriman hasil tambang dengan kapasitas pengiriman sebanyak 10 ribu ton per bulan melaui PUN.

untuk pengisian satu tongkang dengan kapasitas tiga ribu ton dibutuhkan waktu antara empat hingga lima jam.

“Sedangkan dalam satu hari untuk satu perusahaan mitra terkadang membutuhkan pengisian tongkang antara lima hingga enam kali, sehingga membuka banyak peluang tenaga kerja,” imbuhnya.

Terpisah Prilestiyo selaku Direktur Umum PT Pelabuhan Rembang Kencana mengatakan, dengan adanya PUN PT Bangun Arta Kencana akan  menghemat biaya pengiriman batu kapur ke PLTU Tanjung Jati B Jepara yang sebelumnya dilakukan melalui jalur pengiriman panjang.

“Semula  perusahaan tersebut saat mengirim batu kapur harus ke Surabaya terlebih dahulu. Namun dengan adanya PUN Rembang maka bisa dikirim langsung ke PLTU Tanjung Jati B Jepara,” katanya.

Disebutkan Prilestiyo, saat ini sedikitnya terdapat lima investor yang sudah menandatangani kontrak pemanfaatan PUN. Masing-masing PT Bangun Arta Kencana, PT Karya Batu Mulya, PT Trasindo, PT Agromater dan PT Semen Gresik.

Ditambahkan, untuk kesiapan operasional PUN, pihaknya sedang berupaya menambah peralatan utama dan penunjang yang dibutuhkan.

“Ketika kelak diresmikan semua sudah tersedia sehingga beroperasional dengan lancar,” tambahnya.
           
Proses pembangunan Pelabuhan Umum Nasional Sluke sendiri telah dimulai sejak tahun 2008 lalu ditandai dengan pemasangan tiang pancang sebanyak 61 titik dengan menelan anggaran mencapai Rp10 miliar.

Selanjutnya pada tahun 2009 dilakukan penambahan tiang pancang sebanyak 8 titik dengan anggaran Rp1,5 miliar. Sedangkan tahun 2010 dilakukan pembebasan ranjau seluas 183 hektar, reklamasi pantai dan pembangunan dermaga sepanjang 104 meter.

Pada tahun 2011 pemerintah pusat kembali mengucurkan dana Rp30 miliar untuk penambahan panjang dermaga menjadi 320 meter. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s