Petani Sulang Boro Jadi Buruh Panen

Sebagian petani di Desa Rukem Kecamatan Sulang memilih boro kerja menjadi buruh pemanen padi ke luar daerah sambil menantikan datangnya musim panen padi di kampung sendiri. Hal itu mereka lakukan lantaran minimnya lapangan pekerjaan sambilan yang ada di daerahnya.

Demikian dikatakan Basyuni (35), Warga Desa Rukem Kecamatan Sulang.

“Hampir setiap tahun, ini dilakukan oleh petani di sini. Mereka mencari pendapatan tambahan untuk menghidupi keluarganya sambil menanti tanaman padi mereka menguning. Saat tanaman padi di kampungnya siap panen, mereka kembali pulang untuk memanennya atau menjadi buruh panen bagi tetangganya,” katanya, pekan lalu.

Pada saat tanaman padi memasuki masa pembuahan (berbulir), tambahnya, otomatis intensitas perawatan yang dilakukan petani menjadi berkurang sehingga banyak waktu luang.

“Dan itu dimanfaatkan oleh mereka dengan boro kerja menjadi buruh pemanen padi ke luar daerah. Sedangkan perawatan tanaman padi di kampungnya dilakukan oleh istri atau anak mereka yang di rumah,” tambahnya.

Tak hanya di Desa Rukem, hal sama juga dilakukan oleh sebagian petani di Desa Korowelang, Jatimudo, Karangharjo dan Desa Kunir Kecamatan sulang.

Menurut Daryono (37), salah satu petani asal Desa Jatimudo yang juga ikut boro ke Pati sebagai buruh pemanen padi, mayoritas petani di kampungnya memanfaatkan masa penantian musim panen tiba untuk boro menjadi buruh pemanen padi.

“Sebagai buruh tani, masa seperti ini di kampung tak ada kerjaan. Agar dapur tetap ngebul, harus boro jadi buruh pemanen padi di Pati. Hasilnya lumayan buat mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, upah yang diterimanya pun beragam tergantung kesepakatan dengan pemilik lahan.

“Ada yang model borongan per lahan, ada yang model harian ada juga borongan per tonase. Umumnya kami memilih model harian, satu hari diupah Rp50.000.” katanya.

Ia mengaku sudah satu bulan menjadi buruh panen di Pati. Bersama rekan-rekan sekampungnya, ia berpindah-pindah lahan dari pemilik satu ke pemilik lainnya.

“Kami bekerja secara berkelompok, satu kelompok rat-rata terdiri 10 orang. Untuk menekan pengeluaran, kami menginap dirumah pemilik lahan yang hendak menggunakan tenaga kami,” tegasnya.

Saat ini, sebagian besar tanaman padi di Kecamatan Sulang tengah memasuki masa pembuliran. Diperkirakan, panen raya baru akan terjadi pada dua pekan ke depan.

Saat padi telah menguning, para buruh pemanen padi yang boro ke luar daerah akan kembali ke daerah masing-masing untuk bersiap memanen lahan padi yang ditanamnya.

“Jika tanaman padi di kampung halaman sudah siap panen, kami akan pulang untuk memanennya atau mencari pendapatan menjadi buruh panen untuk warga sekitar,” pungkasnya. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s