Pendangkalan Sungai, Petani Tambak Kesulitan Alirkan Air laut

Rembang – Puluhan petani tambak di Dusun Matalan dan Karang Pandan, Desa Purworejo, Kecamtan Kaliori mengalami kesulitan untuk mendapat pasokan air laut, sebagai bahan baku membuat garam. Hal tersebut disebabkan pendangkalan sungai yang berada di sebelah barat Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori sudah sangat parah.

Supat, salah satu petambak mengungkapkan, keberadaan muara sungai tersebut sangat penting untuk mengairi lahan. “Namun karena terjadi pendangkalan, petani mengalami kesulitan untuk mengalirkan air laut melalui alur sungai tersebut. Akibatnya, proses pembuatan garam menjadi tersendat,” katanya.

Kondisi tersebut diperparah karena alat berat beghu kesulitan melakukan pengerukan. Akibatnya, normalisasi muara sungai tersebut harus dilakukan secara manual dengan waktu yang relatif lebih lama.

Ia menambahkan, saat ini harga garam cukup lumayan mencapai Rp 470 per kilo gram, sehingga buruh garap bersemangat mengejar waktu masa panenan, sebelum datangnya musim penghujan. “Kalau kemudian pasokan air laut tersendat, dikhawatirkan banyak petani tambak tidak bisa bekerja,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah pekerja terpaksa dikerahkan untuk mengeduk endapan lumpur dengan cangkul, Sabtu (29/10). Mereka hanya menggunakan peralatan manual, karena alat berat dipastikan langsung amblas, apabila nekat menyusuri badan sungai.

“Kalau nantinya lumpur sudah mendekati tanggul, beghu baru bisa membantu pengerukan. Proses ini menjadi solusi satu satunya, meski memakan waktu cukup lama,” tambahnya.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya fokus memprioritaskan penataan saluran menuju tambak, untuk meningkatkan produksi garam.

“Setidaknya ada 15 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan wilayah pesisir yang akan menjadi sasaran normalisasi. Normalisasi mendesak untuk meningkatkan produktifitas garam di kabupaten rembang,” katanya. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s