Menanti Geliat Suporter Wanita di Stadion Krida

Bicara suporter, hingga saat ini belum ada yang mampu menandingi dahsyatnya suporter spakbola. Sepakbola seakan memiliki sihir yang sangat kuat.

Di negeri ini, sepakbola mendapat tempat tersendiri. Jangankan liga profesional macam ISL (Indonesia super league) dan kompetisi divisi utama,  liga tarkam (antar kampung) saja, pun mampu menciptakan hingar bingar penonton.

Bisa kita bayangkan apa jadinya jika sepakbola tanpa penonton. Pasti akan sepi dan hambar, bak sayur tanpa garam. Malah ada yang bilang, sepakbola tanpa penonton adalah industri yang bangkrut, seperti koran tanpa iklan.

 

Tak berlebihan kalau ada anggapan suporter merupakan pemain ke 12 dari sebuah tim. Tanpa kehadiran pemain ke 12, pertandingan sebesar apapun akan terasa trintim dan tanpa nyawa.

 

Sayangnya, fanatisme suporter terkadang  berlebihan. Sering timbul gesekan-gesekan yang kerap memicu terjadinya kericuhan dan tindak anarkis. Walhasil,  banyak kalangan menjadi takut datang ke stadion untuk menyaksikan secara langsung gegap gempita pertandingan sepakbola.

 

Untungnya, kondisi itu tak berlarut-larut. Dalam perkembangannya, keangkeran aura pertandingan saeapakbola semakin memudar dengan hadirnya kaum Hawa. Kehadiran penonton wanita dan munculnya komunitas suporter wanita belakangan ini, merupakan fenomena yang sangat menarik.

 

Bak tetesan air di ladang gersang, kehadiran penonton dan suporter wanita menyejukkan iklim persepakbolaan kita. Ini menunjukkan bahwa sepakbola tak hanya dimonopoli oleh kaum lelaki.

 

Tiga tahun terakhir, Stadion Krida Rembang tak pernah sepi dari kehadiran penonton wanita. Ada yang datang secara munfarid bersama sang pacar atau keluarga, namun tak sedikit yang datang secara berjamaah membentuk sebuah komunitas suporter. Mereka tersebar di sudut-sudut stadion Krida

 

Sebut saja Ganstergirl, sebuah komunitas suporter wanita yang merupakan bagian integral dari kelompok suporter Ganster (Gabungan suporter Rembang). Belakangan, Ganstergirl semakin diminati para gadis ABG (Anak baru gede).

 

Mereka berbaur dengan suporter pria untuk menggelorakan dukungan sekaligus menjadi bunga-bunga stadion. Sungguh pemandangan yang mempesona!

 

Banyak yang meyakini, kehadiran penonton wanita dapat meredam kegarangan penonton dan suporter pria. Benarkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s