Lagi, Kedung Guling Telan Korban

Kedung Guling, Padusan yang terletak di kawasan Growongan, Desa Panohan Kecamatan Gunem, kembali menelan korban jiwa. Nursalim (22), lajang asal Desa Manggar RT III/RW III Kecamatan Sluke, tewas tenggelam di padusan yang kedalamannya mencapai tujuh meter terebut. Sebelumnya, beberapa kali kejadian serupa juga kerap terjadi di padusan yang asri tersebut.

Kejadian bermula saat korban beserta tujuh rekan lainnya bermain ke rumah Andik, warga Panohan, kenalan korban pada Kamis silam (3/12). Usai bermain, korban beserta rekan-rekannya  bermaksud hendak mandi di padusan Kedung Guling yang terkenal memiliki mata air jernih.

Namun takdir berkata lain. Kamis sekitar pukul empat sore, korban yang hendak memuasi penasarannya akan jernihnya air Kedung Guling yang juga memiliki panorama alam asri, malah pulang tinggal nama. Ia tenggelam di beningnya air kedung tersebut.

Menurut informasi yang dikumpulkan SR di TKP, tak semua rekan korban turut mandi saat itu. Menurut penuturan Bayu, salah satu rekan korban, kejadiannya sangat cepat. Bayu sendiri yang saat itu lebih memilih duduk-duduk di pinggiran kedung, tidak tahu kejadian persisnya. Ia baru tahu setelah mendengar teriakan kepanikan rekan-rekannya yang meminta tolong  melihat Nursalim tenggelam.

Sore itu juga, pencarian langsung dilakukan oleh beberapa warga sekitar yang mendengar kabar ada orang tenggelam. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Polsek Gunem yang menerima informasi kejadian tersebut segera meminta bala bantuan dari Polres Rembang untuk melakukan upaya pencarian korban dengan melibatkan tim SAR dan relawan dari PMI Rembang.

Namun hingga tengah malam, korban belum juga diketemukan. Upaya pencarian pun dihentikan dan baru dilanjutkan keesokan harinya. Jenazah Nursalim alias Nona akhirnya dapat ditemukan pada Jumat sekitar pukul 07.40 wib ditemukan.

Korban yang diketemukan sudah tak bernyawa segera dilarikan ke Puskesmas Gunem untuk dilakukan visum. Tak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Korban tewas benar-benar karena tenggelam.

Kerabat korban yang datang dari Desa Manggar, Sluke langsung berteriak teriak histeris saat korban ditemukan. Bibi korban, Turikah bahkan nyaris pingsan melihat nasib yang dialami keponakannya. Turikah menuturkan sejak bayi korban nasibnya sungguh memilukan. Ia ditinggalkan oleh ayahnya Sulikhan sejak masih kecil. Sedangkan sang ibu, Damisih, sudah lama meninggal dunia. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s