Simental Dan Limosin Jadi Idola

Memiara hewan ternak, bagi sebagian besar petani Rembang adalah “wajib” hukumnya.dsci0709 Pasalnya, selain sebagai bentuk investasi, bagi para petani, hewan ternak terutama sapi juga merupakan “mesin hidup” untuk membajak sawah.

Dahulu, sebagian masyarakat kita menyebut sapi dengan istilah rojo-koyo, yang berarti rajanya kekayaan. Banyak sedikitnya rojo-koyo, merupakan penanda kemapanan seorang petani. Semakin banyak mereka memelihara sapi, maka dapat dipastikan semakin mapan pulakehidupan mereka. Begitu juga sebaliknya.


Meningkatnya kesadaran petani dan peternak untuk mengembangkan jenis sapi yang mempunyai nilai ekonomis (jual) tinggi dewasa ini, mengakibatkan permintaan akan inseminasi buatan (IB) mengalami peningkatan. IB atau yang lebih populer dengan istilah kawin suntik, menjadi pilihan utama sebagian masyarakat karena selain prosesnya yang mudah, juga sudah terbukti keunggulan jenis turunannya.

Melalui Katib (juru panggil petugas inseminator) yang tersebar di setiap wilayah dukuhan, masyarakat dapat dengan mudah mendatangkan petugas inseminator atau yang lebih akarab disebut mantri suntik. Mereka dapat bebas memilih jenis sapi yang yang dikehendaki sesuai selera. Misal; Brahma, Simental, Limosin, atau jenis lainnya.

Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab Rembang, pada tahun 2007 tercatat 41.946 akseptor IB dari total 43.041 betina produktif yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Rembang.

Dari jumlah 41.945 akseptor tersebut, jenis Limosin dan Simental mendominasi permintaan masyarakat hingga mencapai angka delapan puluh persen. Sisanya, jenis sapi lain macam Brahma, Lokal dan jenis lainnya.

Demikian dikatakan Ka Sie Budi Daya dan Pengembangan Ternak Distannak Kab Rembang Ir Derefnety Nur Siswanti Msi saat memenerima tim penilai IB Provinsi Jateng di Kecamatan Sulang .

“Limosin dan Simental sangat diminati masyarakat. Tingginya harga jual jenis sapi tersebut, diyakini sebagai pemicu animo masyarakat untuk menjadi akseptor IB,” terangnya.

Seirng dengan tingginya minat masyarakat untuk menjadi akseptor, Ka Distannak Kab Rembang Ir H Sutomo berjanji akan memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat dalam penanganan IB melalui petugas di lapangan..

“Kami akan lebih meingkatkan kualitas pelayanan. Petugas di lapangan akan memberikan yang terbaik sesuai selera masyarakat,” pungkasnya. Sutomo berharap, kinerja seluruh jajarannya dapat memberikan dampak positif pada peningkatan taraf hidup petani dan peternak terkait tingginya kesadaran warga menggunakan IB untuk pembudidayaan ternak unggulan.


About these ads

17 Comments

  1. untuk “kang Kiking” ini loh yang aku maksud
    Grobogan, 18 Februari 2009
    Lamp : 1 bundel proposal
    Perihal : Penawaran Berinvestasi

    Kepada Yth,
    DPP Syariat Islam Indonesia
    Di
    Jakarta Barat

    Assalamua’alaikum Wr. Wb.
    Teriring salam, semoga ikhwah fillah senantiasa mendapat Rahmat dari Allah SWT dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin
    Menurut informasi yang saya baca di internet bahwa DPP Syariat Islam Indonesia mencari mitra untuk kerjasama penggemukan sapi, maka kami bermaksud menawarkan kerja sama dalam kegiatan penggemukan sapi potong. Untuk mendapatkan gambaran yang kami tawarkan dengan ini kami lampirkan proposal kerjasama penggemukan sapi.
    Besar harapan kami untuk menjalin kerjasama ini.
    Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian kami ucapkan terima kasih.
    Wassalamua’laikum Wr. Wb.

    Hormat Kami,

    ISTANTO

    Alamat rumah : ISTANTOJl. Raya Solo RT 01 RW 02 Gang Pasaran No. 8Dsn. Depok Selatan Ds. DepokKec. Toroh Kab. Grobogan Propinsi : Jawa Tengah Kode Pos : 58171HP. 081 390 220 292 Alamat kantor :Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Grobogan Jln. R. Suprapto No. 118 Purwodadi – Grobogan – Jawa Tengah Kode Pos 58111Telp. (0292) 421932

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1. Latar Belakang
    Usaha peternakan sapi potong telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi ditingkat masyarakat pedesaan atau petani pada umumnya. Hanya saja usaha ini masih dijalankan dengan cara sambilan karena skala kepemilikan yang masih sedikit. Kalau dilihat secara prospek usaha ini cukup menjanjikan. Sejalan dengan pencanangan pemerintah pada tahun 2010 untuk mencapai ketersediaan daging merupakan peluang dan tantangan baik bagi petani ataupun pemerintah.
    Permintaan akan daging yang berkualitas ternyata cukup tinggi, sementara penawaran masih sangat terbatas bahkan kurang sehingga sampai saat ini daging berkualitas masih diimpor. Adanya rasio permintaan dan penawaran yang tidak seimbang akan mendorong terhadap diperolehnya keuntungan yang tinggi. Keadaan ini merupakan suatu hal yang menarik bagi seseorang untuk terjun berwirausaha dengan usaha penggemukan sapi potong. Sehingga berdasarkan perspektif yang muncul dan proyeksi pengembangan usaha peternakan sapi potong kedepan yang dikelola berusaha memadukan faktor-faktor pendorong tersebut sebagai tujuan yang hendak dicapai dari budidaya ternak sapi potong.
    Dengan pemaparan yang telah dikemukakan di depan maka penyusun ingin mengajukan kerjasama dengan semua pihak yang ingin menginvestasikan sebagian hartanya kedalam usaha penggemukan sapi potong.
    1.2. Maksud dan Tujuan
    Maksud dan tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penggemukan sapi potong antara lain:
    1. Terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan antara dua belah pihak.
    2. Terjalinnya silaturrahmi yang baik antara kedua belah pihak.
    3. Terpenuhinya kesediaan daging bagi masyarakat.

    BAB II
    KEGIATAN PENGGEMUKAN SAPI
    A. Alasan Pemilihan Kegiatan
    Kegiatan penggemukan sapi potong yang saya lakukan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dengan dukungan pasar yang cukup prospektif, sehingga kegiatan ini dipilih berdasarkan pada hal-hal;
    1. Faktor produksi pakan tersedia cukup melimpah dilokasi kegiatan
    2. Tersedianya lahan yang cukup untuk pembangunan kandang.
    3. Permintaan pasar lokal dan luar negeri yang masih terbuka dan prospektif dengan harga yang memadai.
    4. Memiliki tingkat kelayakan ekonomi dan sosial yang signifikan.
    5. Adanya dukungan kebijakan pemerintah untuk pengembangan sektor agribisnis khususnya bidang peternakan.
    B. Proses Kegiatan.
    Untuk periode pertama kegiatan ini memiliki tahapan proses seperti dibawah ini;
    1. Persiapan Lahan
    Lahan yang kami miliki kurang lebih seluas 200 m2 yang terletak di Jl. Raya Solo Rt 01 RW 02 Gang Pasaran Dsn. Depok Selatan Ds. Depok Kec. Toroh Kab. Grobogan Propinsi Jawa Tengah.
    Lahan yang tersedia masih berupa tanah kosong di belakang rumah. Kami memilih tempat penggemukan sapi di belakang rumah dengan alasan keamanan lebih terjaga. Dan di dekat lahan terdapat lahan pertanian yang cukup luas dimana kab. Grobogan merupakan lumbung padi Jawa Tengah, ini memungkinkan tersedianya cukup banyak limbah pertanian yang dapat digunakan untuk pakan ternak.
    2. Kandang
    Kapasitas kandang yang tersedia dapat menampung 20 ekor sapi. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5 x 1 m. Perlengkapan Kandang Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.
    3. Pengadaan bakalan sapi
    Program penggemukan sapi potong diawali dengan pembelian bakalan sapi potong yang kami datangkan dari daerah disekitar Kab. Grobogan dengan pertimbangan biaya transportasi dapat ditekan, juga mungkin dari investor yang ingin mengedrop langsung hewan ternak yang akan digemukan. Kriteria dan spesifikasi sapi betina yang akan dipelihara terdapat pada Tabel berikut.
    Tabel Kriteria dan Spesifikasi Induk Sapi Betina yang akan Dipelihara
    Uraian Spesifikasi Teknis
    Jenis kelamin Jantan
    Ras – Simmental – Limousin – Brahman Cross
    Tinggi Minimal 127 cm
    Berat badan Minimal 350 kg
    Warna bulu Coklat tua/coklat muda
    Kondisi Sehat, tidak cacat
    Umur 3 s/d 5 bulan
    Harga per ekor Rp. 5.500.000,-
    4. Sistem kerjasama/ bagi hasil
    Sistem kerjasama yang kami tawarkan adalah dengan 35 : 65 dimana 35 % adalah yang modal dengan catatan pemilik modal menyerahkan modal dalam bentuk uang atau barang. Sedangkan pengelola menyediakan segala perlengkapan penggemukan mulai dari kandang, pakan, peralatan, dll.
    Selain sistem diatas kami juga menerima sistem lain yang ditawarkan oleh investor.
    Menyadari bahwa usaha penggemukan sapi memiliki ruang lingkup yang luas dengan sapi sebagai komoditi utamanya, maka management akan melakukan optimalisasi pada seluruh aspek yang terkait langsung dengan proses kegiatan. Aspek-aspek yang mempengaruhi kinerja usaha ternak sapi antara lain;
    – Pemilihan bibit sapi- Pengendalian penyakit- Teknik pengadaan pakan- Teknologi yang digunakan- Harga input dan output – Pemanfaatan limbah ternak- Pengaturan pembiayaan- Kombinasi pakan dan teknik penyediaan ransum- Deskripsi kerja dan pengelolaan tenaga kerja
    Disamping aspek-aspek diatas, management akan memperhatikan aspek eksternal seperti dinamika pasar, sosial, penemuan teknologi dan lain-lain sebagai hal yang dapat mempengaruhi kinerja usaha. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, operasi pengendalian dijalankan untuk mencapai pola pengelolaan yang paling rasional, dapat memberi manfaat terbesar dan resiko terkecil dengan sumberdaya yang ada.
    BAB III
    RENCANA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PETERNAKAN

    3.1 Rencana Kandang keraman
    Mengapa kandang dibuat kandang keraman ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan makanan, dimana sapi yang lebih kuatlah yang akan mendapatkan makanan yang banyak. Juga dimaksudkan agar lebih mudah dalam pemberian komposisi ransum setiap ekor sapi.
    3.2 Rencana Penerapan Teknologi Reproduksi
    Penerapan teknologi reproduksi sangat diperlukan untuk perkembangan populasi sapi di tingkat kelompok. Dalam upaya mendukung Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2010, maka gerakan Inseminasi Buatan (IB) akan ditingkatkan. Selama ini faktor yang memperlambat proses tertundanya jumlah pedet/anak yang lahir adalah karena teknologi reproduksi yang kurang teraplikasi secara baik, antara lain : proses penyuntikan semen (IB) ke betina berahi yang tidak langsung sekali jadi, sehingga harus 2 kali suntik; jarak kelahiran yang panjang; kegagalan kebuntingan yang masih sering terjadi akibat kelalaian karena kurangnya pengetahuan para peternak.

    3.3 Rencana Manajemen Kesehatan Hewan
    Manajemen kesehatan hewan sangat diperlukan dalam pemeliharaan sapi dikeramkan ini nantinya. Sehingga perlu menyediakan peralatan kesehatan, obat-obatan, vitamin dan perlengkapan sanitasi kandang. Pemberian obat cacing rencana dilakukan setiap 3 bulan sekali, serta pemberian vitamin dilakukan pada sapi yang mengalami gangguan kesehatan.
    3.4 Rencana Pemasaran hasil Usaha
    Kami nantinya akan mempunyai beberapa diversifikasi (pengembangan) usaha yang bisa dijual antara lain: Sapi jantan yang siap potong; pedet hasil pembibitan; bakalan untuk suplai usaha penggemukan dan pupuk organik. Pemasaran sapi jantan yang sudah siap potong dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan para jagal Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Grobogan khususnya, selain itu juga tidak menutup kemungkinan dari investor mau menampung atau membeli dari penggemukan sapi yang kami lakukan ini.

    BAB IV
    KESIMPULAN DAN PENUTUP

    4.1 Kesimpulan
    Dari pemaparan di atas maka saya sangat berminat untuk mengembangkan usaha penggemukan sapi karena ditinjau dari potensi Sumber Daya Alam dan yang sangat mendukung. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kerjasama bagi hasil yang saling menguntungkan antara dua belah pihak.

    4.2 Penutup
    Demikian proposal kerjasama bagi hasil ini, sudi kiranya Bapak Tony untuk menyetujui dalam usaha penggemukan sapi ini. Semoga Allah SWT meridloi apa yang kita kerjakan. Amin

  2. untuk “kang Kiking” ini loh yang aku maksud
    Grobogan, 18 Februari 2009
    Lamp : 1 bundel proposal
    Perihal : Penawaran Berinvestasi

    Kepada Yth,
    KAKANG KIKING
    Di
    TEMPAT

    Assalamua’alaikum Wr. Wb.
    Teriring salam, semoga ikhwah fillah senantiasa mendapat Rahmat dari Allah SWT dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin
    Menurut informasi yang saya baca di internet bahwa DPP Syariat Islam Indonesia mencari mitra untuk kerjasama penggemukan sapi, maka kami bermaksud menawarkan kerja sama dalam kegiatan penggemukan sapi potong. Untuk mendapatkan gambaran yang kami tawarkan dengan ini kami lampirkan proposal kerjasama penggemukan sapi.
    Besar harapan kami untuk menjalin kerjasama ini.
    Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian kami ucapkan terima kasih.
    Wassalamua’laikum Wr. Wb.

    Hormat Kami,

    ISTANTO

    Alamat rumah : ISTANTOJl. Raya Solo RT 01 RW 02 Gang Pasaran No. 8Dsn. Depok Selatan Ds. DepokKec. Toroh Kab. Grobogan Propinsi : Jawa Tengah Kode Pos : 58171HP. 081 390 220 292 Alamat kantor :Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Grobogan Jln. R. Suprapto No. 118 Purwodadi – Grobogan – Jawa Tengah Kode Pos 58111Telp. (0292) 421932

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1. Latar Belakang
    Usaha peternakan sapi potong telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi ditingkat masyarakat pedesaan atau petani pada umumnya. Hanya saja usaha ini masih dijalankan dengan cara sambilan karena skala kepemilikan yang masih sedikit. Kalau dilihat secara prospek usaha ini cukup menjanjikan. Sejalan dengan pencanangan pemerintah pada tahun 2010 untuk mencapai ketersediaan daging merupakan peluang dan tantangan baik bagi petani ataupun pemerintah.
    Permintaan akan daging yang berkualitas ternyata cukup tinggi, sementara penawaran masih sangat terbatas bahkan kurang sehingga sampai saat ini daging berkualitas masih diimpor. Adanya rasio permintaan dan penawaran yang tidak seimbang akan mendorong terhadap diperolehnya keuntungan yang tinggi. Keadaan ini merupakan suatu hal yang menarik bagi seseorang untuk terjun berwirausaha dengan usaha penggemukan sapi potong. Sehingga berdasarkan perspektif yang muncul dan proyeksi pengembangan usaha peternakan sapi potong kedepan yang dikelola berusaha memadukan faktor-faktor pendorong tersebut sebagai tujuan yang hendak dicapai dari budidaya ternak sapi potong.
    Dengan pemaparan yang telah dikemukakan di depan maka penyusun ingin mengajukan kerjasama dengan semua pihak yang ingin menginvestasikan sebagian hartanya kedalam usaha penggemukan sapi potong.
    1.2. Maksud dan Tujuan
    Maksud dan tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penggemukan sapi potong antara lain:
    1. Terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan antara dua belah pihak.
    2. Terjalinnya silaturrahmi yang baik antara kedua belah pihak.
    3. Terpenuhinya kesediaan daging bagi masyarakat.

    BAB II
    KEGIATAN PENGGEMUKAN SAPI
    A. Alasan Pemilihan Kegiatan
    Kegiatan penggemukan sapi potong yang saya lakukan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dengan dukungan pasar yang cukup prospektif, sehingga kegiatan ini dipilih berdasarkan pada hal-hal;
    1. Faktor produksi pakan tersedia cukup melimpah dilokasi kegiatan
    2. Tersedianya lahan yang cukup untuk pembangunan kandang.
    3. Permintaan pasar lokal dan luar negeri yang masih terbuka dan prospektif dengan harga yang memadai.
    4. Memiliki tingkat kelayakan ekonomi dan sosial yang signifikan.
    5. Adanya dukungan kebijakan pemerintah untuk pengembangan sektor agribisnis khususnya bidang peternakan.
    B. Proses Kegiatan.
    Untuk periode pertama kegiatan ini memiliki tahapan proses seperti dibawah ini;
    1. Persiapan Lahan
    Lahan yang kami miliki kurang lebih seluas 200 m2 yang terletak di Jl. Raya Solo Rt 01 RW 02 Gang Pasaran Dsn. Depok Selatan Ds. Depok Kec. Toroh Kab. Grobogan Propinsi Jawa Tengah.
    Lahan yang tersedia masih berupa tanah kosong di belakang rumah. Kami memilih tempat penggemukan sapi di belakang rumah dengan alasan keamanan lebih terjaga. Dan di dekat lahan terdapat lahan pertanian yang cukup luas dimana kab. Grobogan merupakan lumbung padi Jawa Tengah, ini memungkinkan tersedianya cukup banyak limbah pertanian yang dapat digunakan untuk pakan ternak.
    2. Kandang
    Kapasitas kandang yang tersedia dapat menampung 20 ekor sapi. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5 x 1 m. Perlengkapan Kandang Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.
    3. Pengadaan bakalan sapi
    Program penggemukan sapi potong diawali dengan pembelian bakalan sapi potong yang kami datangkan dari daerah disekitar Kab. Grobogan dengan pertimbangan biaya transportasi dapat ditekan, juga mungkin dari investor yang ingin mengedrop langsung hewan ternak yang akan digemukan. Kriteria dan spesifikasi sapi betina yang akan dipelihara terdapat pada Tabel berikut.
    Tabel Kriteria dan Spesifikasi Induk Sapi Betina yang akan Dipelihara
    Uraian Spesifikasi Teknis
    Jenis kelamin Jantan
    Ras – Simmental – Limousin – Brahman Cross
    Tinggi Minimal 127 cm
    Berat badan Minimal 350 kg
    Warna bulu Coklat tua/coklat muda
    Kondisi Sehat, tidak cacat
    Umur 3 s/d 5 bulan
    Harga per ekor Rp. 5.500.000,-
    4. Sistem kerjasama/ bagi hasil
    Sistem kerjasama yang kami tawarkan adalah dengan 35 : 65 dimana 35 % adalah yang modal dengan catatan pemilik modal menyerahkan modal dalam bentuk uang atau barang. Sedangkan pengelola menyediakan segala perlengkapan penggemukan mulai dari kandang, pakan, peralatan, dll.
    Selain sistem diatas kami juga menerima sistem lain yang ditawarkan oleh investor.
    Menyadari bahwa usaha penggemukan sapi memiliki ruang lingkup yang luas dengan sapi sebagai komoditi utamanya, maka management akan melakukan optimalisasi pada seluruh aspek yang terkait langsung dengan proses kegiatan. Aspek-aspek yang mempengaruhi kinerja usaha ternak sapi antara lain;
    – Pemilihan bibit sapi- Pengendalian penyakit- Teknik pengadaan pakan- Teknologi yang digunakan- Harga input dan output – Pemanfaatan limbah ternak- Pengaturan pembiayaan- Kombinasi pakan dan teknik penyediaan ransum- Deskripsi kerja dan pengelolaan tenaga kerja
    Disamping aspek-aspek diatas, management akan memperhatikan aspek eksternal seperti dinamika pasar, sosial, penemuan teknologi dan lain-lain sebagai hal yang dapat mempengaruhi kinerja usaha. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, operasi pengendalian dijalankan untuk mencapai pola pengelolaan yang paling rasional, dapat memberi manfaat terbesar dan resiko terkecil dengan sumberdaya yang ada.
    BAB III
    RENCANA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PETERNAKAN

    3.1 Rencana Kandang keraman
    Mengapa kandang dibuat kandang keraman ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan makanan, dimana sapi yang lebih kuatlah yang akan mendapatkan makanan yang banyak. Juga dimaksudkan agar lebih mudah dalam pemberian komposisi ransum setiap ekor sapi.
    3.2 Rencana Penerapan Teknologi Reproduksi
    Penerapan teknologi reproduksi sangat diperlukan untuk perkembangan populasi sapi di tingkat kelompok. Dalam upaya mendukung Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2010, maka gerakan Inseminasi Buatan (IB) akan ditingkatkan. Selama ini faktor yang memperlambat proses tertundanya jumlah pedet/anak yang lahir adalah karena teknologi reproduksi yang kurang teraplikasi secara baik, antara lain : proses penyuntikan semen (IB) ke betina berahi yang tidak langsung sekali jadi, sehingga harus 2 kali suntik; jarak kelahiran yang panjang; kegagalan kebuntingan yang masih sering terjadi akibat kelalaian karena kurangnya pengetahuan para peternak.

    3.3 Rencana Manajemen Kesehatan Hewan
    Manajemen kesehatan hewan sangat diperlukan dalam pemeliharaan sapi dikeramkan ini nantinya. Sehingga perlu menyediakan peralatan kesehatan, obat-obatan, vitamin dan perlengkapan sanitasi kandang. Pemberian obat cacing rencana dilakukan setiap 3 bulan sekali, serta pemberian vitamin dilakukan pada sapi yang mengalami gangguan kesehatan.
    3.4 Rencana Pemasaran hasil Usaha
    Kami nantinya akan mempunyai beberapa diversifikasi (pengembangan) usaha yang bisa dijual antara lain: Sapi jantan yang siap potong; pedet hasil pembibitan; bakalan untuk suplai usaha penggemukan dan pupuk organik. Pemasaran sapi jantan yang sudah siap potong dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan para jagal Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Grobogan khususnya, selain itu juga tidak menutup kemungkinan dari investor mau menampung atau membeli dari penggemukan sapi yang kami lakukan ini.

    BAB IV
    KESIMPULAN DAN PENUTUP

    4.1 Kesimpulan
    Dari pemaparan di atas maka saya sangat berminat untuk mengembangkan usaha penggemukan sapi karena ditinjau dari potensi Sumber Daya Alam dan yang sangat mendukung. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kerjasama bagi hasil yang saling menguntungkan antara dua belah pihak.

    4.2 Penutup
    Demikian proposal kerjasama bagi hasil ini, sudi kiranya Bapak Tony untuk menyetujui dalam usaha penggemukan sapi ini. Semoga Allah SWT meridloi apa yang kita kerjakan. Amin

  3. Untuk kriteria dibawah ini apa masih punya mas :
    Tabel Kriteria dan Spesifikasi Induk Sapi Betina yang akan Dipelihara
    Uraian Spesifikasi Teknis
    Jenis kelamin Jantan
    Ras – Simmental – Limousin – Brahman Cross
    Tinggi Minimal 127 cm
    Berat badan Minimal 350 kg
    Warna bulu Coklat tua/coklat muda
    Kondisi Sehat, tidak cacat
    Umur 3 s/d 5 bulan
    Harga per ekor Rp. 5.500.000,-
    HUB AKU NUGROHO PATI 081326685465

  4. Saya tertarik dengan Pemaparan saudara dari grobogan ( pak dahlan) akan tetapi,apa tidak terlalu Jlimet dengan perinciaan semacam itu?sebenarnya saya juga mau gaduh/Mitra dengan,tapi dengan proposal semacam itu malah saya jadi takut,sanggup ngak untuk menjalankannya?Apalagi saya baru Pemula.terima kasih.mohon mohon maaf sebelumnya,

  5. tolong bagi siapa saja yang bisa mengajak bekerja sama dalam masalah penggemukan sapi tolong hub kami di nomor telpon 081234396087,085655705980
    kami mempunyai kandang dan alat penggilingan pakan.terima kasih atas tanggapannya

  6. ikutan dong saya juga tertarik dengan penggemukan ataupun ternak sapi. tapi modal ga ada.. saya dirumah baru cb pelihara 3 ekor.
    1 ekor sapi jawa limousin sedang bunting 6 bln bkan punya sendiri (gaduh)
    1 ekor sapi pranakan metal sedang bunting 6 bln bukan punya sendiri (gaduh)
    1 ekor sapi turunan metal umur 10 bln pnya sendiri.
    jika mau cari mitar kerjasama gmana caranya ? saya punya kandang permanen muat delapan ekor, tanaman HMT sekitar 500 m2 rencana mau saya tambah. tapi hendak kata mau usaha sapi terkendala masalah dana? mukin sedulur semua bisa kerjasama atau bermitra dengan saya bisa hub saya:
    nama : achat farmadi (ahad)
    alamat : panjang panjangrejo pundong bantul yogyakarta 55771
    telp. 085729955039

  7. saya ALBARSAH, sangat tertarik unt menerjuni usaha pengemukkan sapi jenis Limosin, saat ini saya sedang negosiasi dgn investor unt pengemukkan, saat ini saya sedang mengalami kesulitan unt mendapatkan informasi mengenai tempat atau perusahaan yang menyediakan bibit sapi unggulan yg kami maksudkan. Apabila ada yg berkenan membantu saya untuk mendapatkan informasi mengenai tempat serta berapa harganya dan dimana alamatnta, sudilah memberikan informasi kepada saya ke: al_barsyah@yahoo.com/ 021 92557595/081318147715, terimakasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s